Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Puisi Ku

Tanpa Memaksa



Kau buang kerapuhanku seperti sungai yang menghanyutkan  dedaunan,
Tenang,
Tanpa memaksa,
Membiarkannya terseret arus lembut yang merdu bersuara...


Selasa, 03 Juli 2012

Puisi Ku

Tak Ada Yang Berubah Disini


Ku tenggelam dalam genangan air mataku
Ketika daun-daun bersabda tentang malam
Ketika tanah bercerita tentang kerikil jalanan
Ketika langit berbisik pada senja dan fajar
Ketika semua membisu
Menatap  tegapnya punggungmu yang meninggalkanku

Kemarin...
Tak ada yang berubah disini
Langit tetap biru bersama hiasannya
Laut tetap sunyi berhias lampu-lampu kedamaian
Angin, sesekali masih menyapaku
Sekali lagi tak ada yang berubah disini

Sabtu, 21 April 2012

Puisi Ku

sepotong Mimpiku

Ada mimpiku yang menggelanyut di awan,
Tak mau menjadi hujan,
Hanya ingin  terus berarak...

Puisi Ku

Seperti Sabait Kemarin



Dan seperti sabit kemarin,
Perih mencubit sakit
tetap hati yang mencoba tuk berhenti menangis...


Dan seperti sebelumnya,
Ketika cembungnya timbul di timur langit,
Ku sapu deru debu ku dengan rasa teriris dan,
Lagi ku coba tuk berhenti merintih...

Rabu, 18 April 2012

Puisi Ku


Hujan Bukanlah Dia

Saat ini hujan turun lagi
Ku intip dari jendela kamarku
Rinai hujan basahi dedaunan yang mulai mengigil
Dulu aku sempat berfikir
Bahwa hujan tak akan turun lagi
Ketika dia dan semua tentang dia pergi meninggalkanku
Saat hujan seperti sore ini…

Sabtu, 14 April 2012

Puisi Ku


Namun, Aku !




Namun aku tak seperti katamu,
Kau cari seperti melati,
Lalu kau buang bagai tak berarti...

Sabtu, 17 Maret 2012

Puisi Ku

= Ku Yakin Kau =

Ku yakin kau tersenyum lega,
Mendengar isakku karena terluka...

Ku yakin kau tertawa,
Melihat lelehan airmata yang tertumpah...

Ku yakin kau merasa bangga,
Tahu diriku yang kini kekurangan nyawa...

Tapi ku tak yakin kau kan bahagia,
Ketika suatu masa bertitah tentang karma....

Rabu, 14 Maret 2012

Puisi Ku

= Kita, Sekata ? =


Karena aku sebuah  nama,
Kau terima aku dengan kedua tangan terbuka,
Karena aku seonggok jasad tanpa makna,
kau dekap aku dan taburkan mimpi yang dulu tak ku punya...

Selasa, 13 Maret 2012

Puisi Ku

= Ketika Tirai Itu Tertutup =
Hari ini,
ku lihat tirai perlahan menutup panggung sandiwara itu...
aku dan mereka mencoba menahan tirai itu walau yang kami sentuh hanya kekosongan...
Detik berselang tirai tertutup rapat...
Anehnya,
Seketika semua tubuh dikurung kesedihan...!
Mengapa ?
Bukankah mereka tahu arti pertemuan ?

Minggu, 11 Maret 2012

Puisi Ku

= Puisiku Menemuimu Dalam Tidur =

Langakah gontai ku terhenti
Tepat ketika mentari pergi
Gelapnya malam seakan membisikku
Bahwa bintang enggan menemuiku

Minggu, 04 Maret 2012

Puisi Ku

= Asal Seperti Katamu =

Aku si pecundang yang hanya mampu menolakmu dalam hatiku
Tak mampu mengatakan tidak ketika kau mengajakku menuju jurang yang lebih curam dari kemarin
Resahku
Piluku
Seolah kau sembuhkan
Padahal
Aku semakin tersekat dengan sebuah batu yang menganjal pernafasanku

Jumat, 02 Maret 2012

Puisi Ku

Goresan Malam

 
Lewat pesan-pesan yang dikirim bintang pada keagungan malam
Ku titip tiap helai rinduku melalui goresan-goresan malam…

Lewat semilir angin yang menyapa kesendirianku
Pada keagungan malam
Ku kirim tiap utas rinduku pada awan…

Rabu, 29 Februari 2012

Puisi Ku


= Bila Aku Mampu = 

Bila aku mampu mendaki kaki bukit langit
Bukan wajah alam yang kan ku lukis di sana
Bukan wajah langit
Bukan !
Bukan juga wajah-wajah pucat putih awan

Selasa, 28 Februari 2012

Jumat, 18 November 2011

Puisi Ku

= Sebuah Surat Untuk Kelam =

Ku tulis surat ini untuk membagi waran-warni hidupku,
Aku adalah badut yang lucu,
Selalu tersenyum meski yang ku teguk adalah secangkir kopi pahit,
Ku tulis surat ini untuk semua yang kelam,
Agar fatamorgana senyumku ditonton dunia,
Melalui aksiku yang konyol dan terkadang bodoh...

Selasa, 15 November 2011

Puisi Ku

 = Biarlah Ku Kubur Hari Ini =

Biarkanlah.
Aku Mengubur kenangan..
Yang berterbangan seindah kunang-kunang..
Meski.
Kerlipanya..
Semua Indah..
Biarlah Ku Kubur Hari Ini..
Karena Hari Ini. .
Bumi pun Menangis:')

Sabtu, 05 November 2011

Puisi Ku

Hmm,,
sebelumnya aku ingin menceritakan asal usul puisi aneh ini... tercipta saat aku mengikuti lomba dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 81 di sekolah ku tercintaa SMA NEGERI 1 Tarakan... Setiap tahun, sekolah ku selalu mengadakan Bulan Bahasa yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda...
Saat itu aku 'kebetulan' dipilih oleh guru matapelajaran Bahasa Indonesia dan guru Sastra Indonesia untuk mewakili sekolah, karena kebetulan lagi Lomba Cipta dan Baca Puisi ini ditujukan kepada seluruh Pelajar di kota ku tercinta ; Kota Tarakan.
Dalam lomba yang ku ikuti kebetulan lagi menentukan tema puisi yang harus dibuat diantaranya (yang masih ku ingat) : 1. Kebudayaan, 2. Kepahlawanan 3. Aku sudah tak ingat yang lain lagi...
Aku memilih Tema kebudayaan karena saat itu bertepatan dengan kasus Pencaplokan beberapa budaya NKRI oleh negara tetangga yang berada sedikit di utara kota ku, dan Ini lah puisi yang berhasil aku telurkan dari pena ku yang SEMPAT MACET saat lomba :)

Aku Adalah Dirimu

Aku dirampas…
Ketika pertiwi tertidur pulas…
Aku dijarah…

Sabtu, 08 Oktober 2011

Puisiku

Tentang Sabda Ibu

Dulu saat umurku sepuluh tahun
Ayah ku dikungkung dalam bui
Entah apa penyebabnya,
Yang aku dengar dari bibir pak hakim di mejanya yang hijau
Adalah karena terjerat kasus X,
Namun ibu ku berkata karena
“Propaganda kekuatan uang mereka”
Aku tak peduli karena tak setitik cahaya fajar pun dapat menggambarkan tentangnya...


Minggu, 02 Oktober 2011

Puisi Ku

Tanggal Itu Bulan Itu

Tanggal Itu Bulan Itu,
Ketika Ku Dengar Semua Yang Hijau Bersabda,
"Dia,
bukan salahmu mencintainya !"
Aku terduduk lemas,
Meringkuk dalam kegalauan hidupku,
aku tak peduli apa yang mereka sabdakan. . .

Jumat, 30 September 2011

Puisiku

Nafasku Yang Terlepas

Nafasku lepas melanglang buana
Berkelana mencari makna dari cinta
Nafasku lepas menuju benua tak bernama
Berhenti berharap untuk tetap berbicara tentang dia...